Bu Mumum Yang Semok Mengajari Aku Caranya Bercinta


Berita Khusus Terpercaya - merilis, Namaku Arif, bukanlah nama sesungguhnya. Ini yaitu cerita yang barusan saya alami. Saya yaitu siswa dari satu diantara SMA negeri populer. Sekarang ini saya duduk di kelas tiga jurusan IPS. Masuk th. ajaran baru bermakna persiapan buatku untk lebih serius belajar hadapi ujian akhir.

Saya tahu saya tidak demikian pandai, jadi itu saya senantiasa mencari langkah supaya guru-guru dapat membantuku dengan nilai. Langkah yang saya pakai yaitu senantiasa memajukan diri untuk jadi kordinator pelajaran di sekolah.

Pengalaman jadi kordinator di kelas tiga berikut yang membawa diriku ke pengalaman yang tidak juga akan sempat kulupakan seumur hidup. Awalannya saya bebrapa umum saja saat mendengar saya diambil jadi koordinator pelajaran Pendidikan Pancasila. Tetapi lama-lama saya suka karna nyatanya bu Mumum lah yang kembali mengajar kelasku.

Ya, Mumum yaitu guru pancasila waktu saya kelas 2. Di kelas 2, bu Mumum seringkali jadi bahan bisik-bisik rekan-rekan laki2 ku. Bagaimana tidak, di kelasku itu, meja guru yang menghadap ke arah murid-murid, di depannya umumnya khan tertutup, hingga kaki guru tidak tampak dari arah murid, nah, di kelasku mejanya depannya tidak tertutup, jadi tiap-tiap guru yang duduk senantiasa terlihat kaki serta tempat duduknya.

Di antara semuanya guru, bu Yosi, bu Rahma, bu Tati dsb, mereka semuanya sadar juga akan kondisi meja itu serta sadar bagaimana mesti duduk di kursi itu, cuma bu Mumum mutmainah lah yg tidak sadar.

Beliau senantiasa mengajar sembari duduk serta memberi pelajaran tentang moral pancasila. Mumum tidak sadar, bila ia duduk senantiasa agak mengangkang serta nyaris tiap-tiap dia mengajar anak-anak cowo senantiasa memaksa duduk dimuka agar dapat lebih terang lihat paha bu Mumum serta celana dalamnya yang berwarna krem.

Banyak rekan-rekan yang diam-diam ambil photo selangkangan bu Mumum dari bawah meja dengan Handphone, tetapi akhirnya senantiasa tidak memuaskan karna gelap. Saya juga termasuk juga salah seseorang dari mereka yang senantiasa horny saksikan paha Mumum. Mumum berumur 43 th., dari logat bicaranya, beliau orang sunda. Kulitnya putih agak keriput serta kemerahan. Makin dia tidak menggunakan make-up, makin nafsu beberapa rekanku memandangnya. Karna kulitnya jadi agak mengkilat.

Kembali pada ceritaku, saya juga makin seringkali berkomunikasi dengan bu Mumum. Serta saya mencari langkah supaya saya dapat menarik perhatiannya. Bagian positifnya buat saya sangat terpaksa membaca-baca beberapa hal masalah moral serta pancasila serta berupaya mencari-cari pertanyaan sekedar untuk saya tanyakanlah pada  Mumum,

Ini agar dapat jadi argumen untukku lebih dekat dengannya. Bila bicara lebih dekat dengan bu Mumum, saya saksikan dari dekat kulitnya yang putih agak berbintik kemerahan serta keriput sedikit di sana sini. Layak saja Mumum senantiasa menggunakan bedak karna kulitnya juga akan mengkilat serta berminyak bila polos. Tetapi makin membuatku bernafsu, karna fikiran ku telah terkotori dengan pengalaman waktu kelas dua.

Semaksimal mungkin saja kubuat bu Mumum berfikiran kalau saya yaitu siswa yang begitu tertarik dengan apa yang ia sampaikan, meskipun sesungguhnya maksudku yaitu dekat dengan dianya.
Satu hari saya ajukan pertanyaan apakah saya bisa meminjam sebagian buku tentang nasionalisme yang seringkali bu Mumum katakan padaku. Mumum katakan bisa saja, bila ingin ke tempat tinggal. Yes! pada akhirnya sukses strategiku. Mumum memberi alamat tempat tinggalnya yang ada di Perumnas dekat SMA tiga di kotaku.

Malamnya saya tidak dapat tidur, mengatur gagasan seperti apa kelak bila saya dirumah bu Mumum, semoga suaminya belum juga pulang. Besok saya juga akan ke tempat tinggal Mumum sepulang sekolah, kudengar suami Mumum PNS di departemen pendidikan daerah, semoga suaminya belum juga pulang sekitaran jam dua hingga jam empat.

Esoknya sepulang sekolah saya segera ke tempat tinggal bu Mumum. Tidak diduga, waktu saya tengah menyetop angkot untuk pergi ke tempat tinggal Mumum, nyatanya Mumum juga tengah menanti angkot.

“Eh, Rif, mo krumah ibu? ya telah bareng saja”, saya suka sekali saya dapat pergi sama bu Mumum. Saya duduk bersebelahan bu Mumum di kursi depan angkot. Ooh, pahaku bersentuhan dengan pahanya yang mulus, saya takut ketahuan bila penisku telah mulai mengeras, jadi saya tutupi dengan tasku.

Selama perjalanan bu Mumum narasi mengenai keluarganya serta kadang-kadang sedikit bertanya mengenai keluargaku. Saya berbohong kalau saya telah lama tidak memperoleh kasih sayang seseorang ibu, karna saya hidup terpisah, lantas saya katakan suka karna saya terasa dapat memperoleh kenyamanan bila bicara serta bercakap dengan Mumum, rasa-rasanya Mumum telah kuanggap ibu sendiri.

Bu Mumum terharu serta Memegang tanganku!! Kata beliau, beliau suka mendengarnya lagian menurut dia saya anak yang baik. Dalam benakku, ya, saya memanglah anak “baik”, yang siap nikmati badan ibu. Aduh penisku hingga keluar pelumas waktu itu, basah sekali.

Bu Mumum Yang Semok Mengajari Aku Caranya Bercinta 

Dua puluh menit lalu, sampailah kami dirumah beliau. Nyatanya sangkaanku benar, tak ada seseorangpun dirumah beliau. Saya dipersilahkan duduk di ruangan tamu. Bu Mumum katakan tunggulah sebentar untuk ubah pakaian.

Ubah pakaian??! dalam benakku aduh menginginkan sekali saya mengintip beliau ubah pakaian. Saya deg-degan, mataku menghadap kemana bu Mumum pergi. Sebagian menit Mumum keluar. Masih tetap menggunakan pakaian gurnya sembari membawa buku. Yah, nyatanya hari itu belum juga saatnya untukku, tapi ini yaitu awal dari pengalaman yang sesungguhnya.

Mulai sejak itu saya jadi seringkali ke tempat tinggal bu Mumum serta kenal dengan keluarganya. Pada akhirnya puncak pegalaman ini, waktu saya pura-pura menangis sedih frustasi karena ayahku ingin menikah sekali lagi serta saya tidak sepakat, karenanya ayahku mengusirku serta tidak bisa pulang ke tempat tinggal. Sudah pasti ceritanya saya karang sendiri.

Bu Mumum begitu bersimpati padaku, waktu saya narasi panjang lebar di tempat tinggalnya tak ada siapapun juga, Mumum waktu itu menggunakan daster serta tanpa ada make-up duduk disebelaku sembari memegang pundakku. Saya menangis pura-pura, Mumum menentramkan ku dengan memelukku.

Mmh, saya menyentuh pinggir payudara bu Mumum. Pada akhirnya saya mencium aroma badannya. Saya mempererat pelukanku serta kepalaku saya sandarkan di leher  Mumum. saya dapat hirup aroma lehernya. Mumum memelukku erat juga. Dengan nekat kuberanikan diriku untuk mencium pipi Mumum dengan lembut. Serta katakan bila saya mohon maaf tapi saya terasa hanya dapat tenang bila dekat ibu Mumum.

Bu Mumum katakan tidak apa-apa. Saya juga memberanikan mencium pipinya sekali lagi, tapi kesempatan ini lebih dekat ke pinggir bibir, cukup lama kutempelkan bibirku di pinggir bibirnya. Mumum diam saja sembari selalu memelukku serta mengelus-elus punggunggu sembari menentramkan. Apakah Mumum merasa kalau penisku yang telah menegang kutempelkan di pahanya.

Ku cobalah menggesek-gesekkan perlahan-lahan penisku ke paha bu Mumum. Mumum tahu. Tetapi beliau diam saja. Saya pegang pipi beliau, pastinya air mataku masih tetap mengalir, sembari saya tempelkan bibirku dengan bibirnya sembari berkata “Ibu…”, bibir Mumum tidak terbuka, beliau tetaplah diam, meskipun bibirku bergerak-gerak mencium bibirnya.

Bersamaan dengan itu, saya tekan serta gesekkan selalu penisku yang telah basah ke paha bu Mumum. Kami berdua duduk di sofa. Mumum tahu saya tengah apa serta beliau diam saja, mebiarkan ku beronani dengan memakai paha serta bibirnya jadi media masturbasiku.

Saya gesek-gesekkan selalu serta selalu, bu Mumun nampaknya pejamkan mata serta tidak berkata apa-apa. OOh pembaca, berwajah saya ciumi, nafasnya saya hirup, serta pahanya yang besar serta lembut saya tekan-telan dengan penis, gesek selalu.. Ooh.. terus… Serta pada akhirnya ouuhh.. Cepat sekali saya ejakulasi,

Bu Mumum Yang Semok Mengajari Aku Caranya Bercinta

Saya juga lemas sembari memeluk ibu Mumum yang nyaris tempatnya 1/2 tertidur di sofa karena saya tekan selalu. Mumum bebrapa perlahan katakan, “udah..? hm? ”, kata  Mumum perlahan serta terdengar sayang sekali denganku. Saya mohon maaf lagi serta  Mumum katakan ia tahu. Pastinya sesudah peristiwa itu, saya makin dekat dengan ibu, hingga detik ini.. Suaminya serta beberapa rekanku tidak paham jalinan kami.

Meskipun saya belum juga hingga terkait sex dengan bu Mumum, tetapi Mumum senantiasa tahu serta bersedia jadi media onaniku, dengan prasyarat baju kami masih tetap kami gunakan, Mumum cuma sediakan pahanya serta memperbolehkan saya menindihnya serta menekan-nekan penisku ke paha dekat selangkangannya hingga saya bisa klimaks.

Jadi itu, saya senantiasa membawa celana dalam cadangan waktu saya katakan ke bu Mumum bila saya menginginkan ke tempat tinggal ibu Mumum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia Gold Pro League Menyiapkan Total Hadiah 280 juta rupiah

PSG vs MU, Setan Merah Mencetak Rekor di Liga Champions

Server Domino99 Online Terpercaya Di Indonesia